Kami Menolak RUU APP
Ada yang berpikir pendek, ada yang masih kurang ngerti, ada yang emang mendukung penuh… tapi gw menolak! (dengan catatan: gw ga ada niat untuk mempromosikan hal-hal maksiat)
KAMI MENOLAK RUU APP
Indonesia adalah taman bunga peradaban. Di dalamnya mekar beragam tradisi.
Indonesia adalah pelangi kebudayaan. Di dalamnya berpendar beragam adat.
Indonesia adalah lahan subur kesenian. Di dalamnya tumbuh beragam kreasi.
Indonesia adalah ruang semua agama. Di dalamnya bergema beragam doa.Kini, keragaman itu sedang terancam oleh RUU APP.
Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi melarang kita menikmati kekayan budaya kita.Kita dilarang berpakaian menurut adat kit.
Kita dilarang mengungkapkan kasih sayang pada orang yang kita cintai.
Kita dilarang mengekspresikan keindahan tubuh dan tari-tarian kita.
Kita dilarang mengungkapkan kekayaan seni dan sastra kita.
Kita dilarang untuk menjadi diri kita sendiri.RUU APP bukan melarang pornografi,
melainkan membenci tubuh manusia, mendiskriminasi kaum perempuan.
RUU APP terlalu jauh memasuki wilayah pribadi manusia,
yaitu tempat setiap orang memelihara keunikannya.Setiap orang memiliki ukuran moral yang berbeda.
Setiap orang memiliki persepsi sensualitas yang berbeda.
Setiap orang memiliki daya imajinasi yang berbeda.Tentu, kita ingin lindungi anak-anak kita.
Karena itu pornografi sudah diatur dalam undang-undang tentang perlindungan anak.
Tentu, kita ingin media massa tumbuh sebagai alat komunikasi yang santun dan cerdas.
Karena itu masalah pornografi sudah diatur dalam undang-undang tentang penyiaran.
Bahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sudah jelas mengatur masalah pelanggaran kesusilaan.Jadi, Cukup! Jangan merusak keragaman Indonesia dengan RUU APP yang keliru itu.
Indonesia adalah keragaman untuk semua.
Indonesia adalah kebebasan untu semua.
Indonesia adalah kesetaraan untuk semua.
Indonesia adalah kedamaian untu semua
Aliansi Mawar Putih – Aliansi Mawar Putih (via Benny Chandra)



dasar cowok…
sneng ngelyat yg berbau kemaksiatan..
GTM
apapun yang kita lakukan, semuanya akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti…
wah, namanya maksiat always dan selalu diidentikkan dengan dosa yah? kok bisa? hayo sapa yang tauh jawabnya?
yaiyalah..
emang ada maksiat yang dapet pahala????
kami cukup mengelus dada menyaksikan berita “Menolak RUU APP” di stasiun TV, dengan cara membuka baju memperlihatkan “payudara” (maaf). Begitukah kebebasan yang diinginkan ?? dimana rasa malu bangsa ini ? Ingat: semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Hanya orang-orang yang tidak beriman pada hari akhir saja yang suka menolak amar ma’ruf nahi mungkar.
Bukannya tindakan begitu sudah dilarang oleh KUHP?
aturan-aturan lain yang berhubungan dengan porno sudah ada.. emang bangsa kita suka buang-buang waktu dan uang.
http://www.dekonstruksi.blog.com
disini ada tulisan Makar-Suversif Gaya Pansus RUU APP.
Intinya, bangsa kita bobrok.
gak usah berbelit kata!!!!
hanya orang2 yg berfikir pendek menolak RUU ini
gue tanya pada2 lo pada…
lihat orang yg telanjang dada di jalanan,..apa bisa di tangkap atas dasar KUHP???
berfikir logis,…
jangan berlindung di balik segala dalih!!!
jangan jadi pengecut!!!!
gue bukan orang bener
tapi gue mau jadi bener!!!!!
fak org permissiveme!!!
fak borju
banksat dgn orang yg sok modern,..
Ryan: bisa.
Ryan…
Bisa ditangkep kok kalo lu telanjang di depan umum.. cobain aja, gua jamin polisi langsung dateng…. itu sudah diatur di KUHP yang ada, jadi RUU APP tidak perlu lagi untuk mengatur hal2 seperti itu
one more thing… kalo cowo telanjang dada gimana donk? buruh2 bangunan… kan kasian kalo disuruh pake baju lengan panjang… kalo pake gak ada lengan, bisa di-RUU APP donk?? soalnya ada cewe yang nganggep kalo otot tangan cowo itu seksi…
dan kita hidup di jaman modern, whether you like it or not, it’s a modern world now..
gua jamin kalo lu tuh juga Modern Ryan.. kalo lu gak modern, jangan pake mobil, jangan pake internet, jangan pake komputer… idup di gunung, bertapa aja..
Islam memiliki konsep tentang aurat yang jelas dan baku. Aurat laki-laki, baik terhadap sesama laki-laki maupun terhadap wanita adalah antara pusar dan lutut. Sementara aurat wanita terhadap laki-laki asing (bukan suami dan mahramnya) adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Di samping itu, pakaian yang dikenakannya sudah ditentukan yakni: jilbab dan kerudung—adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Aurat tersebut wajib ditutup dan tidak boleh dilihat kecuali orang yang berhak, terlepas terlihatnya aurat itu dapat membangkitkan birahi atau tidak. Konsep ini jauh bermartabat daripada konsep mengenai pornografi.
Islam juga melarang beberapa tindak yang berkaitan dengan tata pergaulan pria dan wanita. Di antaranya Islam melarang tabarruj (berhias berlebihan di ruang publik), berciuman, berpelukan, bercampur-baur antara pria-wanita, berkhalwat dengan wanita bukan mahram, dan segala perbuatan yang dapat mengantarkan perzinaan. Konsep ini jauh bermartabat daripada konsep mengenai pornoaksi.
Tapi Indonesia adalah negara yang multikultural. Islam memang agama mayoritas, tapi Indonesia bukan negara Islam. RUU APP akan melanggar hak-hak asasi banyak warga Indonesia, bahkan mungkin sebagian dari mereka berstatus muslim di KTP mereka. Tapi itu adalah hak mereka, dan negara tidak boleh melanggar hak-hak asasi manusia.
Silakan berdakwah, silakan mengajak orang-orang untuk tobat, tapi jangan kriminalisasi mereka. Ingat, ini Indonesia.
yang di luar islam, yang anti islam emang mendukung maksiat, zinah, dan kehancuran. semoga mereka semua terkubur dalam2 di dsar neraka…!!!!!
kami tidak perlu menjadi islam untuk masuk surga, kami punya kepercayaan sendiri,Kedamain akan tercipta dengan saling menghormati orang lain dan kedamaian dimulai dari hati sendiri, bukan dengan memBOMB orang yang tidak bersalah di kampung halaman kami yang indah dan damai
Bos…intinya bukan untuk mendiskriminasi kaum perempuan, tapi melindungi kaum perempuan.
Pansus RUU APP sudah survey ke LP anak2 di bawah umur, 90% pidana akibat pencabulan di bawah umur. Menurut survey “Knapa melakukan itu…?, Sebagian besar karena melihat hal2 porno dalam pertunjukan.”
Jadi yang ditekankan disini bukan soal Budaya, Adat, Seni, dsb tapi hal2 porno yang ada didalam itu semua.
Apa yang dilihat dari sebuah lukisan telanjang? Pikiran negatif or positif…?
Walau hanya untuk melindungi sebagian kecil perempuan, meskipun beda agama gw setuju dengan RUU APP…