Cintaku Di Ujung Jalan
Tiloe’s Theatre kembali dengan persembahan terbarunya, Cintaku di Ujung Jalan.
Oke, judul itu nggak pernah kesebut waktu tampil.
Gue jadi Birly. Atau Dirly? Atau Giring?
Oke, sebenernya nama tokoh yang gue peranin baru keluar pas akhir-akhir cerita.
Tapi semua itu nggak jadi penting juga sih.
Sebuah kabaret live sembilan belas menit. Dialog dikit banget. Lagu banyak banget.
T’sT tampil gaya baru, dan penonton suka.
Cihui!
Oke, nggak bisa dipungkiri juga sih, kita terinspirasi sama penampilan Potret, teaternya SMAN 19, di CiWalk.
Terinspirasi. Bukan nyontek. Tapi gue salut buat Potret yang emang tampilnya keren mampus.
So, T’sT tampil jam setengah sembilan di koridor. Penonton banyak, penonton bersorak, penonton bilang gue ganteng di panggung.
Pentilers, kayaknya kita belum ngeluarin yang terbaik yang kita punya, tapi kita udah SUKSES!
Abis tampil, gue bersihin muka. Ngeliat rekaman penampilan. Keliling-keliling dikit.
Dan keliling-keliling lagi.
Boredom strikes back!
Liburan udah di depan mata, dan gue nggak ada kerjaan!
Oh tidak!



penasaran liat tst ih jdinyaa! hmmmm (selera humor aku aga beda, hmmmm)
alah. beda lah yang maen musical mah!
ngga semua orang bilang t’st keren…
ada yang bilang ceritanya agak ujug” dan memBINGUNGkan…
dan gara” itu gw dijulukin MISS BINGUNG 2010…
nyebelin ga tuh orang!!
wess, bangga dong ven, begaul tuh km uda punya kejuaraan buat prom nanti hahaha
venny: emang sih. tapi kebanyakan pada suka, kan?
rara: HAHAHA.