Galav
Saya adalah seorang anak kecil, yang nggak tahu apa-apa. Anak kecil yang berpikir pendek, anak kecil yang polos.
Dan saya, sebagai anak kecil, yang nggak tahu apa-apa, polos, dan berpikir pendek, selalu tersenyum ceria.
Karena saya tahu di dunia ini, nggak ada orang yang jahat. Semua orang baik, semua orang damai, semua orang tenang.
Saya tahu saya nggak bisa selama-lamanya, tapi saya mau menjadi seorang anak kecil yang sama, yang optimis, yang punya mimpi, yang penuh dengan semangat dan harapan.
Saya mau menunggu, karena saya mau menunggu, karena saya percaya.
Dan saya akan menunggu matahari yang terbit di pagi hari, dan menanti bintang kejora di tengah malam.
Menunggu, meski dalam bisu, tanpa komunikasi, tanpa interaksi.
Menunggu seseorang yang datang selama dua hari, smsan selama seminggu, dan pergi untuk lima bulan.
Mungkin kamu bilang saya berlebihan, mungkin kamu bilang saya bodoh, tapi saya mau menyimpan harapan.
I’ll take the risks.
Bandung, 11 Januari 2009, 12.00 WIB/13.00 WITA.



wetslah!
ceritacerita men kalo ada kemajuan. hahaa
komen yang tidak mutu. piss
oalah anak kecil yang pandai menulis
eh eh kok bagus sih?
eh bagus gitu? eh iya aja deh.
haha.
uli: wokee!
yang anak kecil itu siapa?
hmm, keep on going little bro! lama2 sih gue merasa kayak orang aneh yang hidup di dunia sendiri karena punya pola pikir yang sama kayak kamu, merasa dunia ini damai
Just passing by.Btw, your website have great content!
_________________________________
Making Money $150 An Hour
blog ini hebat dan bagus buat saya jadi iri he…he…
“Identitas Anda adalah apa yang Anda pikirkan tentang diri Anda…”
misanya kalau Anda bilang “saya adalah orang yg beruntung…” maka terjadilah….