Skip to content

Dunia Ini Membosankan

13 Maret, 2007

Bayangkan, hari-hari berlalu seperti jalan yang kita lalui setiap hari pada pukul sekian.

Pada pukul sekian, kita selalu melewati jalan yang sama setiap harinya.

Jalan yang itu-itu saja.

Tidakkah kita bosan?

Jalan itu memang mulus. Mulus sekali. Tidak ada lubang sedikitpun.

Meskipun dilewati ribuan mobil sekalipun, jalannya mulus.

Tidak ada retakan yang muncul.

Tidak ada lubang yang muncul.

Hanya jalan yang sangat, sangat mulus.

Setiap hari, kita lewati jalan itu untuk pergi ke sekolah, ke kampus, ke kantor, atau mungkin belanja.

Dan jalannya tetap mulus.

Saat kendaraan kita melaluinya, tidak ada gejolak. Tidak ada gelombang.

Kita hanya memandang lurus ke depan.

Sesekali melihat pohon-pohon rindang di samping.

Perhatikan pohon-pohon itu.

Apakah pohon-pohonnya berubah?

Pohonnya bertambah tinggi.

Umurnya semakin tua. Daunnya semakin banyak.

Tapi pohon itu tetap berdiri kokoh pada tempatnya.

Pernahkah terbesit di benak kita, seandainya jalan itu mendadak berlubang?

Seandainya pohon yang kita lihat setiap hari tiba-tiba tumbang?

Apakah kita akan merasa senang, lepas dari rutinitas yang itu-itu saja?

Oh, tidak. Gue rasa, kebanyakan orang pasti langsung bakal bete.

Tapi gue? Gue lebih suka kalo tiap hari berbeda. Sekalipun itu berarti datang ke sekolah telat dan dihukum.

Tapi pada akhirnya, tiap hari gue dihukum.

Every day changes, from boring to bad.

Then bad becomes boring.

And it starts all over again.

Lingkaran setan.

Ya, bayangkanlah.

10 Komentar leave one →
  1. 13 Maret, 2007 20.14

    ah. ya, memang membosankan. aku juga sedang bosan..

  2. rhea permalink
    13 Maret, 2007 20.19

    emank ngebosenin…

  3. 13 Maret, 2007 20.48

    *nyamar jadi filsuf abstrak*

    saat kamu pikir hidup itu sempurna, terkadang ia bisa menyimpan sebuah rahasia. bahaya laten. sesuatu yang bahkan lebih dari sekedar “pohon tumbang” atau “jalan berlubang”. itu bisa jadi sebuah gempa mahadahsyat, lumpur panas, atau apapun, lebih dari yang bisa kamu bayangkan. ada sebuah bencana yang menunggu, pada saat kamu melewati jalan itu entah kapan.

    setiap jalan yang mulus tanpa cacat itu adalah sebuah tanda tanya yang besar, karena hidup, nggak mungkin mulus dan sempurna. coba kalau saya bisa memilih untuk berjalan di jalan yang berlubang dan berbatu dan bergelombang seperti layaknya orang lain, saya tidak usah menyingkap bahaya dan penderitaan besar apa lagi yang harus saya hadapi besok hari, dan merasakannya, setiap jengkal penderitaannya.

    masuk tv, majalah, dipuji2, itu merupakan suatu kamuflase dari sebuah kebenaran yang pahit dibaliknya.

    dan saya, perlahan, mulai bisa menebak apa yang akan terjadi.

    terkadang menyakitkan.
    😦

  4. 13 Maret, 2007 20.57

    kamuflase, kepahitan, bencana, bahkan tawa, kalau sudah entah segimana banyaknya, lama-lama kita jenuh juga.

    hidup sendiri adalah tanda tanya.

    ya, ngga, sih?

  5. 14 Maret, 2007 8.12

    Sudah enam bulan ke belakang ini juga saya berpikir sama dengan kamu. Dan akhir-akhir ini saya mencari cara untuk merubah kebosanan itu.🙂 Karena saya yakin, hidup terlalu disayangkan kalau terus-terusan dirasakan membosankan. Kalau saya pikir, cuma satu yang harus kita lakukan untuk mengubah persepsi ini: mengubah cara hidup kita. xD

    *sotoy*

  6. 14 Maret, 2007 19.57

    Dhik, saya kok tiap hari melewati rute yang sama untuk pergi dan pulang kantor tapi kok nggak bosan ya? Meskipun jalan yang saya lewati sama tetapi suasana lalu lintas selalu berbeda. Orang-orang yang menunggu bus atau angkot berbeda. Kendaraan yang di depan atau belakang saya berbeda. Bahkan, cuacanya pun berbeda.

    Kita sama-sama memiliki dua mata yang bisa melihat tetapi kesan yang kita tangkap ternyata bisa beda ya. Atau, karena saya sudah tua?

  7. 14 Maret, 2007 21.35

    *nguap* huaammm….
    sama terus ?? ga tuch !!
    emg jln ke rumah ke sekolah ttp
    sama tp ngpain dpkrin sich ??
    *terheran heran*

  8. ciwul permalink
    16 Maret, 2007 14.52

    first of all, salut deh bwt adek, abiz baru liat ada anak smp yg rajin nge-blog hehe.. salut juga, masih muda dah ngerasain hidup yang membosankan. apa iya hidup membosankan????
    q ga pande berfilosofi so..
    kadang iya, kadang enggak, gimana enaknya aja..klo jalannya sama, mungkin yg ga sama peristiwa yg qt alami sebelum lewat jalan itu kali ya..nggak mungkin satu peristiwa sama persis terulang, kecuali klo de javu kali ya, tapi kan juga ga kejadian beneran tuh…
    tapi klo rutinitas emang membosankan, bukan hidupnya,
    klo hidup membosankan, klo bosan hidup……..

  9. 16 Maret, 2007 16.44

    kenapa kamu engga mengungsi (lebih enak disebut kabur) dari kenyataan yang membosankan ini ??

    atau tidak mencoba terobosan baru dengan hal yang menarik dan ngga biasanya ??

    coba aja cara itu, mungkin/memang kurang cocok untukmu !

  10. 16 Maret, 2007 21.50

    sebosan-bosannya, sebetah-betahnya, dunia ini cuma sebentar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: