Skip to content

Ruang, Waktu, Takdir, dan Doa

27 April, 2007

Baru-baru ini gue baca (lagi) Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh, dan gara-gara kurang kerjaan, otak gue dengan sotoynya berteori seputar lembar jawaban ujian nasional.

Kasus

Sebelum kita mengerjakan soal, kita berdoa terlebih dahulu, memohon agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal.

Kita mengerjakan paket soal UN di lembar jawaban. Setelah alokasi waktunya selesai, kita serahkan lembar jawaban itu ke pengawas.

Setelah kita selesai melaksanakan ujian, sebelum hasil ujian diumumkan, kita berdoa juga, agar bisa masuk ke SMA tujuan.

Teori

  • Gue lupa dalilnya, tapi ada dalil yang menyatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib (takdir?) kita, kecuali kita berusaha. Salah satu bentuk usaha ini adalah berdoa.
  • Tuhan mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, dan segala sesuatu yang akan terjadi. Tentunya, ini termasuk doa-doa kita dan efek-efeknya terhadap kehidupan kita, betul?
  • Anggap lembar jawaban itu sebagai objek kuantum. A Schrödinger’s cat with fifty possible states. Gue gak tau ini sebenernya boleh atau nggak, tapi demi ketololan gue, anggap aja boleh.

Lalu…

Setelah kita serahkan lembar jawaban itu, kita tidak bisa lagi mengamatinya. Kita tidak dapat mengetahui berapa nilai kita. Apakah ada nomor yang tidak terbaca, atau salah pembulatan, dll. Maka lembar jawaban itu memasuki ‘zona abu-abu’. Kalo dianalogikan dengan kucing Schrödinger, maka lembar jawaban itu ‘tidak hidup’ sekaligus ‘tidak mati’, ‘setengah hidup, setengah mati’, atau ‘hidup’ sekaligus ‘mati’.

Pertanyaannya adalah,
Apakah doa kita yang kita minta setelah ujian selesai dapat berpengaruh terhadap hasil pengecekan lembar jawaban saat berada dalam ‘zona abu-abu’?

I’m not trying to play with God here. I just wish to know Him better. Don’t you?

Please comment on this.

PS: I may getting too serious with all the fictitious mumbo-jumbo in Supernova. I don’t know…

SINGKATNYA:

  • Kita melaksanakan Ujian Nasional dengan segala tetek bengek teknisnya. Pembulatan lah, human error lah, apa lah…
  • Sambil menunggu hasilnya, kita berdoa, memohon hasil yang baik.
  • Apakah doa kita dapat berpengaruh terhadap hasil kita?

SINGKATNYA LAGI:

Mungkinkah sebuah doa dikabulkan sebelum diminta?

14 Komentar leave one →
  1. 27 April, 2007 22.05

    Manusia mesti percaya bahwa saat dia dilahirkan di dunia, ALLAH SWT telah menetapkan jatah usia, rejeki, jodoh baginya. Namun, manusia TIDAK BOLEH BERDIAM DIRI begitu saja, dia MESTI BERUSAHA…karena ALLAH SWT sendiri menyatakan,“karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (Al Anfaal(8):53) dan Ar Ra’du(13):11,“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

    Hmm.. paradok kucing Schrödinger,…..
    gw pake kutipan ini aja deh ““Kesadaran pengamatlah yang menghilangkan salah satu fungsi gelombang. Ketika kotak dibuka, maka akan diketahui pasti apakah kucing sudah mati atau belum; dan dengan demikian hanya akan ada satu keadaan: apakah kucing itu mati atau hidup, semua itu ditentukan oleh pengamatan” so… gimana?

  2. 27 April, 2007 22.22

    Dalilnya… itu yang saya maksud di atas.

    Tapi ‘usaha’ yang kita lakukan… Tuhan pasti mengetahui bahwa dan kapan kita telah dan akan berdoa dan berusaha.

    Tapi tetep aja, yang kita tahu ya kita harus berdoa dan berdoa…

    Atau… berniat untuk berdoa dan berdoa…

    Karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah mengetahui arah alam semesta ini. Kalau manusia mengetahuinya, maka ia telah mati.

  3. 28 April, 2007 4.07

    “Tidak ada suatu bencana apa pun yang menimpa di muka bumi ini dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab lauh mahfuz, sebelum Kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu agar kalian tidak berduka cita dari apa yang lepas dari diri kalian dan supaya kalian jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan-Nya terhadap kalian dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Qs. Al-Hadid: 22-23).

  4. 28 April, 2007 4.27

    urusan diterima ato gaknya, ya terserah Allah nyu.. tp kita tetep harus berusaha..

  5. 28 April, 2007 7.51

    gaw nomor 3: Iyap. Dan doa kita tentunya juga termasuk Lauh Mahfudz, kan?

    finkz: Emang sih, diterima atau nggaknya emang urusan Allah. Tapi bakal sia-sia nggak?

    Sebetulnya pertanyaan di post ini nggak perlu jawaban yang pasti, karena kita sebagai manusia tidak mungkin tahu pasti.

    Dan kalaupun memang bisa, kita tidak mungkin tahu apakah kita akan berdoa atau tidak, ataupun apakah doa kita di masa depanlah yang berdampak kepada kehidupan kita sekarang.

    Semacam perjalanan waktu sebuah doa.

  6. 28 April, 2007 9.57

    tugas kita kan cuma dua, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar…
    selebihnya diserahkan kepada Allah SWT…

    simpel kan?

  7. 28 April, 2007 20.48

    trus maksut lo bikin postingan ini apaan? jadi meragukan..
    kita semua, manusia itu ga akan mengetahui apa yang ditulis oleh 4JJI di LauhMahfudz, dan kita berusaha juga ada di dalam LauhMahfudz.. kita hanya berjalan sesuai dengan naskah yang dibuat oleh 4JJI. lo berdoa enggaknya ya ada di naskah LauhMahfudz. doa lo mau diterima apa ga, ya ada di LauhMahfudz. Kita ga usah mikirin, bakal diterima apa gak, karena ga akan mungkin manusia menemukan jawabannya..

    coba luruskan niat, dan sempurnakan ikhtiar, seperti yang dikatakan husen..😉

  8. 29 April, 2007 9.33

    Emang kita nggak usah mikirin, tapi apa salahnya kalo kita mikirin?

    Ini hanyalah sebuah misteri. Sebuah paradoks. Sebuah retorika.

    Memang, tidak perlu ada jawaban. Tidak perlu berpikir.

    Tapi apa salahnya?

    Toh mengasah otak.

  9. 1 Mei, 2007 22.42

    1 kata; sotoy.
    hoahaha berasa ky gue gak sotoy ;p

  10. 1 Mei, 2007 22.56

    rynna: me? if you mean me, i agree, somehow😛

  11. 2 Mei, 2007 13.17

    haha not really kok crutt😀
    no offense. really.
    read my tumblr🙂

  12. 3 Mei, 2007 10.01

    Assalamualaikum ..

    numpang mampir.. duluuuu pernah mampir .. wow, ur blog kinclong sekali.. harus make kaca mata item..

    anyway.. salam kenal! u write interesting stuff.. do u mind if i link u?

    if theres anything in this world that can change FATE

    it is PRAYERS.. so rajin2 lah doa n solat 5 waktu. ALl the best.

    wassalam

  13. Bocah permalink
    4 Mei, 2007 20.14

    manusia merencanakan tuhan memutuskan

  14. 31 Mei, 2007 2.07

    Yah…
    Gw jg sudah (berkali-kali) baca tuh buku…

    Mungkinkah sebuah doa dikabulkan sebelum diminta?

    (Mintalah, maka kamu akan mendapatkan)

    Tuhan mencipta segala sesuatu, Tuhan = segala sesuatu, Dia Alfa dan Omega, Dia tahu yang paling awal dan bahkan yang paling akhir…

    Coba pikirin tentang ujian kamu.. doa2 kamu… hidup kamu… tiap apa2 pun yang kamu rasain…

    itu semua akan ngefek ke KAMU.

    intinya bukan, akhir… tapi prosesnya, sesuatu yang bakal bikin kamu jadi beda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: