Skip to content

Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja

27 Mei, 2007

Pertama, pasang banner.

Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja - CahAndong

Baru ngomong.

Satu tahun yang lalu, sebuah gempa mengguncang Jogja. Gedung-gedung berjatuhan, rumah-rumah roboh, orang-orang kebingungan lari ke sana-sini. Dari peristiwa ini, kita bisa lihat bahwa Allah tidak pandang kasih. Nggak cuman orang melenceng yang blablabla… well, I guess you know the rest.

So, we’ll just see the good side of everything that has happened, shall we?

Banyak bantuan datang. Bangsa Indonesia belajar untuk memberi. Even though maybe, just maybe, a few of those donators don’t usually do anything good, they have this time.

Banyak relawan membantu di rumah sakit. Buat mereka semua, pasti dapet paling tidak sedikit pengetahuan kedokteran. P3K lah, apa lah. Dan pengalaman. Experience is the best teacher, so let’s hope you guys can use your experience in some other future event. Dan kalian pasti bisa ngerasain sedikit lah, penderitaan orang-orang yang jadi korban. Lumayan tuh, buat penambah semangat tobat.

Banyak gedung runtuh. Gedung-gedung yang kurang bagus konstruksinya dibangun lagi dong.

Banyak korban. Ini ujian bagi semuanya.

For those who have lost their lives, may God grant you guys the best places in heaven. That goes to everybody, including the bad guys.

57 detik gempa dan banyak yang hancur. Itu akan menjadi sebuah pelajaran berharga bagi generasi muda. Para anak kecil tuh. Mereka jadi tahu, apa itu gempa. Apa dampaknya gempa. Mereka juga mungkin diajarin, harus bagaimana kalo terjadi gempa lagi. Pasti tahu kan, banyak anak kecil yang berpotensi, yang orang tuanya kurang beruntung? Mungkin ada yang orang tuanya buta aksara, dan nggak ngerti apa itu gempa, sebelum terjadi gempa ini.

Yeah, of course there’s a good side to everything.

Temen gue di jogja waktu itu. Setelah naik sepeda, dia bingung mau ke mana. Ke laut takut tsunami, ke gunung takut gunung meletus. I’m sure you can find a laugh in there somewhere. I can.

Tuhan memperhatikan Indonesia, soalnya Tuhan hobi ngasih ujian ini-itu. Bencana ini-itu. Ini-ini dan itu-itu.

Maaf kalo ada yang ngerasa tersinggung dengan tulisan ini.

6 Komentar leave one →
  1. 27 Mei, 2007 20.27

    bukan ngasih ujian aja, azab juga.. 4JJI Maha Memperhatikan..

  2. 28 Mei, 2007 20.10

    Jangan il-feel, saya hanya lewat.

    Tuhan memperhatikan Indonesia, soalnya Tuhan hobi ngasih ujian ini-itu. Bencana ini-itu. Ini-ini dan itu-itu.

    Ah, yang ini saya tak setuju. Bukankah manusia yang awalnya merusak ini-itu…? Misalnya,Manusia yang membakar hutan, lalu apakah bisa seenaknya menyalahkan Tuhan karena kehilangan hutan yang sangat berharga itu….?

  3. 28 Mei, 2007 20.29

    Dan Tuhan yang membuat manusia membakar hutan. Lalu kenapa?

    God created everything, He made everything like what they are, He made people do the things they do; He is the cause of everything. It’s up to you whether you can blame Him or not.

    Dan saya tidak melihat ada hubungan langsung antara pembakaran hutan dan gempa bumi. Perlu ada kaitan dengan religi.

  4. 30 Mei, 2007 19.54

    Dan Tuhan yang membuat manusia membakar hutan. Lalu kenapa?

    Apakah kita dikontrol oleh Tuhan seperti robot…?

    Lalu kenapa setan bisa berhasil memperdaya manusia, kalau jelas – jelas Tuhan sebagai controller-nya tidak mau hal tersebut terjadi…?

  5. 31 Mei, 2007 11.23

    lumpur lapindo juga sudah satu tahun

  6. 3 Desember, 2007 19.24

    kejadian gempa Jogja bkan karna Tuhan png ngasih ujian k Qita.. . . tpi wat ngasih peringatan ke Qta cmua.Tuhan ngasih bencana itu jga punya alsan yang kwat. spya qt taw,, kesalahan sekecil apapun suatu caat akn menimbulkan bencana yang besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: