Skip to content

Perfeksi

11 September, 2007

Bayangkan sesosok orang, dan bayangkan ia sebagai temanmu.

Ia baik hati, ramah, dan jujur.

Ia sopan, santun, dan murah senyum.

Ia rendah hati, pintar, dan jujur.

Saat kau butuh bantuan, ia akan datang membantumu.

Saat kau butuh teman untuk bercerita, ia akan duduk di sampingmu, lalu mendengar keluh kesahmu dengan penuh perhatian.

Saat kau tertidur di tengah-tengah pelajaran, ia akan membangunkanmu.

Mungkin kau bisa bilang bahwa dia itu orang yang sempurna. Sosok imajinatif yang menjadi dambaan semua orang. The perfect person.

Ia akan selalu berada di sampingmu, kapanpun kau membutuhkannya. Senantiasa siap membantu orang lain.

Tapi di saat kau sedang galau, ia takkan sungkan menamparmu, mengolok-olokmu, sampai kau sadar.

Mungkin bagimu ia tampak bersinar. Ia tampak menonjol dibandingkan masyarakat kita sekarang.

Tapi lambat laun, kau akan bosan berteman dengannya. Ia begitu sempurna, dan kau takkan pernah bisa meraihnya.

Lalu ia menghilang. Auranya pudar, dan ia menjadi orang biasa, dan kau dapat menyamainya, bahkan melebihinya.

Tiap orang butuh kawan, tapi dalam masyarakat, selalu ada lawan. Saat kau membutuhkan seorang musuh, ia akan menjadi musuhmu.

Bayangkan, ia akan bersikap dengan benar, sesuai dengan apapun yang terjadi. Sesuai yang dibutuhkan.

Ia akan berbuat salah saat kau ingin ia berbuat salah.

Ia akan melakukan segala sesuatu yang akan membuat hidupmu bahagia. Ia akan membuat hidupmu bahagia, sekaligus sengsara. Semua di saat yang tepat, di saat alam bawah sadarmu membutuhkannya.

Seseorang yang sempurna melebihi kesempurnaan. Perfect beyond perfect.

Secara logika, apakah mungkin orang seperti itu ada?

Atau, apakah yang gue tulis tadi hanyalah seorang manusia biasa dengan segala ketidaksempurnaannya?

Sebuah titik di mahamatriks interaksi antarmanusia di seluruh dunia?

Bagi gue, itu adalah sebuah cita-cita.

11 Komentar leave one →
  1. 11 September, 2007 21.34

    ada.. orangnya ada di sekelliling kita

  2. 11 September, 2007 21.39

    gitu ya?

    berarti, ‘manusia sempurna’ itu ada dong?

  3. nonfa permalink
    12 September, 2007 16.19

    ada kata aku mah.
    eniwey gichie, maafin yah..

  4. 13 September, 2007 6.07

    gak ada lah. mana ada orang sesempurna itu :p pasti ada sisi nyebelinnya xD

  5. 13 September, 2007 9.11

    tapi nyebelinnya selalu di saat yang pas, saat kita butuh orang yang kita sebelin buat warna hidup.

    bayangkan.

  6. 15 September, 2007 15.17

    gicheeeh, kalo ada juga gue udah bahagia dari duluu.. dasar anak yang aaaneeh..

  7. 16 September, 2007 15.27

    blah.. lebih sempurna dari diri kita maksud gue….

    eh btw, ada pr dari gue! kerjain loh haha

  8. 28 September, 2007 14.14

    Salam kenal…
    yang jelas I’m not Mr. Perfect…

    Btw, nice blog…

  9. 29 September, 2007 4.06

    damaidihati: makasih😀

  10. feb permalink
    9 Oktober, 2007 14.53

    salam kenal……

    honestly sy salut sama wisnu esp begitu tau umur kamu 1/2 dr gw :)))

    your thoughts are very extraordinary and inspiring….
    so tetep baca, tetep nulis, dan tetep sehat (sejatinya gw mau sarankan utk do sport, tapi kalo elo kurus ntar jadi bego lagi…trus jadi banyak yg naksir :)))

    ……..anyway keep up the good work, little wimar!!!

    rgds,

  11. 9 Oktober, 2007 17.33

    feb: gue bukan iyo. iyo (wisnu) mah di http://simplyiyo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: