Skip to content

Delapan Keanehan Pada Diri Gua

17 September, 2007

Setelah libur yang amat bosan, akhirnya masuk sekolah lagi. Ketemu temen-temen, tapi sayangnya cuma sanlat. Cewek-cowok dipisah, dan kelompok-kelompoknya nggak berdasarkan kelas. Nggak asik banget, sumpah.

Lalu materinya kayak sanlat seperti biasanya. Hari ini soal Aqidah, lalu ngebahas apakah beberapa tokoh masyarakat yang dikenal banyak beramal sosial akan masuk neraka atau nggak.

Okay, right.

Lalu pulangnya ada kumpul-kumpul anak MK (Musik Klasik), ternyata ngebahas buka bareng. Jreng jreng, gue jadi PJ.

Oh ya, gue dilemparin PR sama Tante Finkeu alias Ibu Pramuka alias Si Buta Dari Gua… ah gua gak G40L ah, kagak apal.

Eight random facts/habits about me

Mari kita lihat, apa sajakah keanehan-keanehan pada diri seorang Gichie?

Wah, susah euy nyarinya.

Terlalu banyak.

Pada esensinya, gue emang aneh.

Pertama, makin banyak gue makan, makin cepet gue laper.

Paradoks sistem pencernaan. Naonduie.

Kedua, gue ngerasa nggak sreg kalo gue nggak bangun telat dan telat dateng ke sekolah.

Hal ini secara tersirat udah gue bahas berkali-kali dalam seri tulisan melankolis gua. Bah. Tapi ini bener, kalo gue bangun lebih cepet dari jam setengah enam, gua tidur dulu lagi.

Ketiga, gue males banget pulang sekolah sore-sore. Maksudnya, gue lebih pewe pulang malem.

Berlawanan dengan Finka, gue males seharian suntuk di kamar. Dulu di Melbourne pernah diwanti-wanti buat berhenti depan komputer mulu dan melihat dunia luar, and now I’m addicted to it!

Walaupun sebenernya definisi dari ‘melihat dunia luar’ yang relevan saat ini hanyalah mondar-mandir keliling Bazaar dan daerah sekitar Belitung 8. Kadang-kadang (oke, sering) ke BIP juga, maen DDR sama anak kost Kalimantan 11.

Keempat, gue doyan banget ketawa.

Entah ini kelemahan apa kelebihan. Di saat suasana sesedih apapun, gue bisa aja ujuk-ujuk ketawa setan.

Kelima, gue suka teriak-teriak bahwa gue gay.

Tapi itu TIDAK BENAR! Gue cowok lurus, dibilang buaya darat malahan!

Keenam, gue benci yang namanya air putih hangat.

It’s so tasteless and unrefreshing! Mending kalo pake teh. Jadi Teh Air Putih Hangat. Naonduie.

Sebenernya gue lebih prefer capuccino hangat disertai donat J.Co. (waduh, iklan)

Gue juga lebih suka meneguk daripada menyedot. APAAN JUGA?

Ketujuh, gue adalah pemalas yang terlalu tenang.

Gue menganggap hukuman sebagai adrenaline rush. Memompa adrenalin. Eh, kalo gitu jadi adrenalin pump dong?

Ada yang bilang, semalas-malasnya orang adalah orang yang malas mencontek. Seperti saya.

Kedelapan, celana dalam mempengaruhi gerak-gerik gua.

Gua gak bisa konsen kalo kagak pake sepasang (perasaan cuma satu deh?) kolor yang pas dan bersih.

Mungkin kedengeran jorok, tapi tunggu dulu! Kolor bersih kok dibilang jorok?

FYI, I do not wear panties.

Pisang ini gue lempar ke rara dan rinyet.

Dan siapapun yang membaca tulisan ini.

6 Komentar leave one →
  1. 17 September, 2007 21.21

    elu mah miring.. hahaha.. gak lurus😛

  2. 17 September, 2007 21.31

    HEH!

    naonduie.

  3. 21 September, 2007 21.10

    serius loh gak pake panties?
    *pingsan*

  4. 22 September, 2007 6.32

    oh demi surga minum sake! BENERAN GA MAKE CLANA DALEM? dang that’s sooo.. unorthodox?

  5. 23 September, 2007 4.23

    wawa: PAKE!

    rinyet: serius. panties are soooo not my thing. *YAIYALAH*

  6. 23 September, 2007 20.56

    Dan siapapun yang membaca tulisan ini

    aww.aku mau ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: