Skip to content

The Belitung 8 Debaters

13 November, 2007

The moment of truth has arrived. Phyxius English Debate Championship, ladies and gentlemen!

Oke, jadi berangkat ke sekolah, belajar dulu bentar, terus dapet surat dispen syalalala.

Tiga dan Lima (SMA ya, bukan SMP gue!) berangkat bareng, di bawah bendera…

uhm…

“BELITUNG 8 DEBATING COMMUNITY”

gitu lah.

Sume mencanangkan bahwa kita harus duduk di depan dan membuat kehebohan sendiri.

Yang lain pada setuju. Dan ya, itulah yang kita lakuin. Kita sebagai dua kontingen paling norak, pake yel-yel segala sebelum berangkat ke chamber-chamber masing-masing, di mana kita berdebat.

BELITUNG DELAPAN
TIGA, LIMA
HU!

Karena gue udah ngantuk, jadi gue ceritain seputar tim gue aja, SMAN 3 B. Gue, Hugo, dan Dimas.

Lawan pertama kita adalah Tarnus A. Imam, Diandra, Rinne, kalo nggak salah nama-namanya.

Sepatu mereka keren bo. Kulit gitu. Yang cewek high-heels. They had the military discipline, alright. Serius dari awal banget, dari opening ceremonynya.

Bandingkan sama 3 dan 5. Pake yel-yel norak. Shame shame!

The motion was an impromptu motion.

THBT we should not send aid to non-democratic governments.

Tim gue kebagian jadi oposisi alias negatif. Dimas jadi first speaker, gara-gara gue takut ngacauin debatnya kalo masih nervous di awal-awal.

Tapi pada akhirnya, 3 kalah. No father = ga papa.

Dan by the way, ajudicatornya adalah Ogeb, coachnya 5, coachnya ISDC, coachnya WJSDC, okay, so he’s a very familiar guy to me and Dimas.

Laluuu… sebelum ronde kedua, kita beli makan dulu. Anak 5 ternyata ada yang beneran ke J.Co di IP. Gue sih cuma beli roti di Circle K, deket banget sama BPK.

Dan pas ronde kedua, lawan 3B adalah 5A! Tetangga kita, temen kita, sahabat sepernorakan kita.

Ajudicatornya Fitri. Gue dan Dimas juga pernah di-aj sama Fitri.

Kata Fitri, argumen-argumen anak 5 sebenernya berpotensi banget, tapi mereka nggak ngehubungin lagi dari contoh ke asersi kasus mereka.

Sekarang, mereka kebagian jadi oposisi, dan gue jadi pemerintah a.k.a. afirmatif a.k.a. government. Jadi first speaker.

Ternyata, enak juga jadi first speaker.😛

The motion was the most absurd one, generally. A very open motion: THBT love is the answer.

Mungkin lo nanya, ngapain debat soal love gitu? Yaa… yang bikin tema debatnya tuh lagi patah hati, jadi deh ada tema kayak gitu.

Nah, tim gue sih bawanya ke kasus Israel dan Palestina. Bagaimana cinta, dalam hal ini negosiasi, lebih efektif daripada benci, dalam hal ini perang, dan dalam hal ini, di Israel dan Palestina.

Pada akhirnya, 5A kalah, dan 3B menang. Hore!

Hari udah makin sore, jadi maghrib dulu. Salut neh, buat SMAK 1 Bandung, nyediain tempat buat solat, padahal sekolahnya kan kristen.

Terus kembali ke tempat ngumpul, diumumin tabulasi alias standings untuk ronde berikutnya.

SMAN 3 Bandung B vs. SMAK 1 BPK PENABUR Jakarta.

FYI, Smaksa ini pernah masuk semifinal di Binus, dan FYI, itu susah.

Jadi, kita mengasumsi bahwa Smaksa emang bagus.

Dan saking bagusnya, mereka punya artikel sendiri di Wikipedia. In the English Wikipedia!

Rock on.

Temanya kali ini seputar pemanasan global alias global warming.

THBT we should stop worrying about global warming and start to adapt.

Dan mereka menginterpretasikan tema ini dengan sangat cerdik. Mereka setuju bahwa pemanasan global itu berdampak buruk, lalu mereka memberi solusi AP6. Gue sendiri baru denger soal AP6, jadi kalo penasaran, cari sendiri artikelnya.

Jadi, mereka ngasih solusi AP6, dan sebagai bagian dari solusi mereka, mereka mau meniadakan Protokol Kyoto alias Kyoto Protocol, karena menurut mereka, Kyoto Protocol ini gagal syalalala.

Gue jadi first speaker lagi, dan jujur aja, pidato gue di sini sebagian besar banget impromtu.

Tapi dapet kasus juga sih. Intinya, sebenernya kita ngedukung AP6 juga, tapi bukan berarti Kyoto Protocol harus diilangin.

Debat ini, walaupun kata ajudicatornya rada nggak bagus gara-gara kasus kita rada setengah-setengah, tapi menurut gue, rame.

Smaksa emang bagus. Mereka emang pinter.

Dan ada satu hal dari Smaksa yang sempet ngeganggu gue. Their second speaker, Ignes, looked a lot like one particular person.

Buat yang ngerasa sebel sama kebiasaan lama gue: nggak, gue nggak ngeceng Ignes. Noooo way.

Oh ya, tim Smaksa tuh cewek semua. Namanya Leoni, Ignes, dan Marchelina.

Karena mereka pake baju bebas, gue sempet mengira mereka cewek kuliahan. Tapi bukan berarti mereka muka tua!

hmm.

Jadi, Smaksa emang keren, emang bagus, emang pinter,

tapi 3 menang lagi!

Akhirnya, SMAN 3B jadi peringkat 5 dari total 24 tim, dan SMAN 3A jadi peringkat 6.

Dan ini semua baru tahap penyisihan. Besok lomba lagi kayak gini.

Doain ya!

3 Komentar leave one →
  1. 14 November, 2007 5.59

    sukses, gich!

  2. evillya permalink
    14 November, 2007 19.46

    walo saya bukan orang yang suka berdebat ato nonton debat, tapi berusahalah, kamu pasti bisa! *halah*

  3. 14 November, 2007 21.39

    ada apa dengan syalala? hmm
    go gichoy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: