Skip to content

Next Page: 2008

1 Januari, 2008

Dua ribu tujuh.

Tahun kelima belas hidup gue.

Bagaimana tahun 2007 bagi seorang gue?

Well, I’m rather speechless.

Sampai detik ini, gue belum menemukan identitas. Belum menemukan mimpi yang konstan.

Gue masih sebuah bayangan. Residu yang hanya mengikuti, lalu tercampur aduk dengan bayangan-bayangan lainnya.

Pengamat atau pelaku? Entahlah.

Mungkin dari dulu gue emang orangnya kayak gini. Ngikut ini, ngikut itu, lalu dicampur aduk.

There was never a solid ‘me’.

Tahun ini, gue menemukan banyak, banyak, banyaaaak banget sahabat.

Kepribadian mereka berbeda-beda.

Ada yang metroseksual, ada yang rada banci, ada yang cowok banget.

Ada yang bisa nyanyi, ada yang bisa main gitar, ada yang bisa main biola.

Ada yang karismatik, ada yang hiperbol, ada yang malu-malu kucing.

Ada yang gaptek, ada yang kreatif, dan ada yang high-tech.

Masing-masing dari mereka memberi influensi tersendiri bagi diri gue.

Ada yang nyuruh gue serius debat.

Ada yang nyuruh gue serius teater.

Ada yang nyuruh gue serius main musik.

Ada yang nyuruh gue serius dengan dunia desain.

Ada yang nyuruh gue serius dengan dunia komputer.

Dari dulu, gue belajar sesuatu yang namanya selflessness.

Belajar untuk mengalah demi orang lain.

Tapi lama-lama gue serasa bola tenis yang dilempar ke sana kemari.

Di akhir tahun ini, gue berpikir untuk mencari sesuatu yang bernama ‘ego’.

Aneh memang.

Benar? Salah?

Ada yang bilang itu benar, ada yang bilang itu salah.

Ya, gue makin bingung aja.

Tapi pada akhirnya, kayaknya gue oke-oke aja dengan diri gue sekarang.

Masalah gue adalah keseriusan. Ketekunan. Ketegasan.

Apa sih, yang gue mau?

Apa sih, mimpi gue?

Dari yang gue baca, dari orang-orang yang gue kenal, banyak orang yang bisa mengubah dunia.

Banyak orang dengan visi-visinya, dengan apa yang dia punya, bakal berdiri nanti, untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia ini.

Wah, kayaknya keren tuh. Mengubah dunia! Berguna demi masyarakat!

Apakah itu yang gue mau?

Kayaknya bukan.

Gue lebih suka mengamati orang. Berinteraksi. Bersosialisasi.

Gue nggak bisa bohong. Gue suka memberi pengaruh pada orang.

Itukah yang gue mau?

Tapi gue mau jadi apa sih?

Tahun ini, gue psikotes tiga kali, dengan selang waktu satu bulan dan tiga bulan.

Kepribadian gue terus berubah.

Dan kayaknya gue nggak usah terlalu menetapkan kepribadian gue harus kayak gimana.

What do I want to be?

I want to be everything I can be.

Kalimat itu mungkin akan berubah dalam tiga hari, tiga bulan, atau tiga tahun.

Lihat aja arsip blog ini. Gue yang dulu dan gue yang sekarang adalah orang yang berbeda.

Sekarang adalah tahun 2008.

Halaman berikutnya dalam drama kehidupan.

Happy new year, everybody.

13 Komentar leave one →
  1. 1 Januari, 2008 1.06

    Happy new year …
    Hanya satu yang tidak berubah di dunia ini, yaitu “perubahan” itu sendiri

  2. ryansight permalink
    1 Januari, 2008 13.45

    wah kalo lw dites eneagram kayanya tipe observer kali ya…

    pengen jadi semuanya ya? hmm hmm ngerti, ngerti, gw jg pengen. tnang men, lw masih dua taun lagi!

  3. 2 Januari, 2008 2.38

    happy new years 2008 guys

  4. sandy permalink
    2 Januari, 2008 9.56

    hidup ne emang selalu belajar..

    gw juga ms cari jati diri…haha….

    wajar kq lo masi 15 taun hm…masi ga stabil….

    keep spirit yak….

    kl pun lo ga bisa jd yang terbaik buat orang2 disekitar lo…paling ga lo bisa jd yang terbaik buat diri lo sendiri..

    ok…

    happy new year…

  5. 2 Januari, 2008 11.33

    selamat tahun baru 2008 juga ^^

  6. 2 Januari, 2008 12.02

    “sekarang adalah tahun 2008”
    “tiga hari yang lalu masih tahun 2007”
    apa bedanya?

  7. 2 Januari, 2008 14.00

    Actually, kaget melihat background hitam untuk situs dengan alamat kelinci putih.
    Anyway, selamat tahun baru ya…

  8. 2 Januari, 2008 17.46

    happy new year too.

    ucha: iya ya? haha.

    fragaria: tahunnya, dong.

  9. 2 Januari, 2008 23.38

    lam knal ..
    hepi nu year 2008 !

    komen blogku iiah .. ^^

  10. 3 Januari, 2008 16.21

    gich, hepi nu year!😀

  11. 3 Januari, 2008 17.23

    happy new year!

    psst.. gimana kalo loe coba2 belajar fotografi?

  12. itolol permalink
    4 Januari, 2008 8.55

    tenang kok gich. masih wajar.
    bener kata sandy, kta masih 15 tahun. masih labil.
    msh terombang ambing (halah bahasanya).
    hmm saran si ‘preman cewek’ asik sekali😀

  13. 4 Januari, 2008 11.10

    preman cewek, itolol: fotografi itu enaknya dirasakan, bukan dipelajari. at least bagi gue. HAHAHA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: