Skip to content

p = mv

10 Juni, 2008

Kenapa gerangan seorang Gichie menulis (lagi) sebuah post (gila nih kata belum ada bahasa indonesia resminya ya?) dengan judul berbau RUMUS?

Karena IPA di SMA NEGERI 3 BANDUNG secara umum dapat dideskripsikan dengan satu kata: SUSYAH. Oh, satu kata terasa kurang di dada. naondeui. Dua kata: SANGAT SUSAH!

Sebenernya, nggak juga sih, asal kita belajar. Dan sebenernya, hal tersebut sangat berlaku pula bagi gue kalo gue memanfaatkan otak gue yang seharusnya tidak dodol!

TAPI GUE TIDAK MELAKUKAN ITU, SAUDARA-SAUDARA!

Kembali ke… mana tadi… oh iya, IPA.

Well, sodara-sodara, para siswa-siswo-siswi-siswu 2010 dan 2009 (err… kelas sepuluh dan sebelas) Tiga tercinta sedang menghadapi UAS tercinta. Eh, USKAS sih. Atau UKAS?

Ah, gue udah pergi dari SMPN 5. PERSETAN DENGAN NAMA GAVL!

Jadi, kita lagi UAS. UAS itu susyah. Nggak sih, IPAnya doang. Susyah banget, generally lah.

Selayaknya seorang Andhika Nugraha, gue pun tidak terlalu niat belajar menghadapi UAS. Sesungguhnya belajar itu untuk kehidupan, dan belajar itu harus dari kubur sampai dubur eh salah maksud gue dari lahir sampai mati, jadi belajar itu tidak hanya untuk mengejar NILAI semata.

Bukankah begitu?

Yak, betul sekali, sebenarnya mah. Only if the spirit of such a quote is so kindly interpreted in the correct way. Which i have humbly failed to do.

Gue pun memasuki ruangan ujian dengan bermodalkan logika. Mata pelajaran pertama: KIMIA!

Oh, wait, nggak terlalu masalah, gue mulai suka dengan kimia.

Nah, besoknya! MATEMATIKA! Susah naujubileee. Di kelas gue cuma ada tiga orang yang lulus.

Wah, satu paragraf doang. Nggak asik ya?

AH INTINYA MAH SOAL-SOAL IPA DI TIGA ITU SUSAH, TAPI KALO BELAJAR MAH NGGAK SUSAH, DAN GUE TUH KAGAK BELAJARZ!

Atau tepatnya, belajar, otak lancar, tapi selalu meleset dalam membulatkan soal.

Apapunlah itu.

Belajar sih, tapi dikit. Gue kekurangan satu faktor penting dalam mengerjakan setiap lembar soal ujian: KEBERUNTUNGAN!

Gue punya teori tentang MENGGUNAKAN LOGIKA DALAM MENGERJAKAN UJIAN. Bukan logika matematika dengan tanda-tanda yang dengan bodohnya gue lupa persis saat mengerjakan soal-soal matematikanya, tapi logika yaitu NALARRRRZZ dan kemampuan kita untuk BERPIKIR!

Yak. Otak kita bisa berpikir. Soal ada untuk dijawab. Dan ada cara-cara untuk mengakali soal tersebut dengan cara-cara aneh yang diajarin di bimbel.

Tapi bukan itu cara gue. Gue menggunakan logika dengan cara aneh dalam mengerjakan soal, dengan satuan waktu yang cukup singkat, sehingga dapat jawaban yang pertama kepikiran, lalu gue buletin.

Biasanya sih, jumlah soal yang kejawab bener dengan jumlah soal yang kejawab salah cukup seimbang.

Itu adalah senjata jitu gue dalam mengerjakan soal yang kagak gue ngerti maksudnya apa.

Tapi untuk pelajaran BIOLOGI, sepertinya tidak berlaku. Karena saat gue mengerjakan soal tadi, kayaknya soal yang gue blank alias kagak ngerti, gue jawab setau gue, eh kayaknya mah akhirnya salah.

Ah, apapunlah. Liat aja ntar nilainya. Yang penting gue udah jujurz.

Oh, ya, speaking of nilai. Gue cinta SMA 3. Makanya nilai Fisika gue mencerminkan itu: 33.

PARAH BANGET YA HAHAHAHAHA.

Kenapa gerangan bisa? Rumus-rumus dan pengertian-pengertian konsep dasar pelajaran favorit™ anak-anak tiba-tiba hilang seketika dari ingatan. Salah satunya adalah pengertian MOMENTUM!

Gue akalin sih akhirnya dapet…

tapi kok setelah gue dapet jawaban-jawaban akhirnya malah cuma dapet 33 ya?

Berarti gue salah jawap! Atau salah buletin?

Ah, apapunlah. Pokoknya gue remed matematika dan fisika. Mari mengejar gurunya~!

APAKAH INTI DARI POST INI? TIDAK ADA!

Gue cuma berpesan: BERSIKAPLAH JUJUR DALAM MENGERJAKAN UJIAN. DAN KALAU BERSIKAP JUJUR, JANGAN LUPA UNTUK BELAJAR DULU.

Jangan pernah salahkan soal. Suruh siapa nggak belajar. Temen gue aja TERANCAM DAPET 100 BUAT FISIKA!

Belajar… 30 menit sebelum ujian dimulai. Terbukti ampuh.

Besok: Bahasa Inggris, Agama Islam. Pulangnya susulan UAS Bahasa Sunda.

Kamis? Remedial MAFIBI!

Kelas dua harus tobat nih… huhuhu.

MUAHAHAHAHAHAHAHA geus weh.

7 Komentar leave one →
  1. weibullgamma permalink
    10 Juni, 2008 22.47

    segeralah bertaubat…
    he he he…
    nice blog…keep writing…

  2. 11 Juni, 2008 8.50

    ANJ* gue baru nyadar koinsiden perhubungan nilai 33 dan SMA 3. MUHAHA MUHAHA keren juga.

    lo.. gue.. SAMA AJA.

    gue benernya si pengennn, pengennn banget belajar. gue demen ngeliatin buku, demen bergaya belajar supaya diliatnya keren

    tapi ya itu, gue males ajahz =/

  3. 11 Juni, 2008 15.18

    Kelas dua lu harus tobat gich. Kelas satu tu masi lumayan kali. Eh tapi ya, selama kelas dua gw mempelajari IPA dengan “enjoy aja” kok, dan itu ampuh.

    Ayoo…kelas 2 kan mau menang segala rupa debate competition! jangan sampe ketinggalan pelajaran🙂

  4. 18 Juni, 2008 21.59

    Baca crita lu Sepertinya jadi anak SMA ga enak yakh😐

  5. 18 Juni, 2008 21.59

    Gw jd takut msuk SMA

  6. 18 Juni, 2008 22.00

    Tapi emg udah tuntutan hidup seorang pelajar

  7. 18 Juni, 2008 22.02

    Jadinya ya harus blajar😐 biar ga dapet 33😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: