Skip to content

Guru dan Dana

7 September, 2008
tags:

Orang-orang bilang, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Orang-orang bilang, tanpa ada guru, maka hancurlah sudah generasi penerus bangsa.

Oke, saya setuju. Guru adalah salah satu tiang fondasi bagi selamatnya bangsa ini, karena tanpa ada guru maka tidak akan ada ilmu yang ditransfer pada siswa-siswi Indonesia.

Ibu saya juga seorang dosen, sama aja kayak guru.

Belakangan ini pemerintah menyatakan gaji guru minimal akan menjadi dua juta rupiah. Oke, wah, wauw, keren banget, kesejahteraan guru menjadi lebih terjamin, dan pendidikan akan lebih baik… logikanya sih begitu.

Tapi sebenernya profesionalisme dan gaji adalah dua hal yang berbeda, betul? Kenaikan gaji memang sebuah insentif bagi guru untuk mengajar dengan lebih baik, dan berkah bagi guru-guru yang saat ini jauh di bawah ambang kemiskinan.

Saya menghargai guru-guru yang profesional. Saya menghargai jasa-jasa guru yang udah bikin seorang gue sekarang duduk di bangku SMAN 3 Bandung, menuju masa depan saya.

Setelah saya mulai berkecimpung di dunia kesiswaan, ternyata seringkali dana siswa untuk acara kesiswaan dipotong untuk kepentingan guru.

Benar atau salah? Baik atau buruk?

Coba kita analogikan. Rakyat membayar pajak, lalu pejabat korup menggunakan uang rakyat itu untuk keperluan pribadinya. Analogikan siswa sebagai rakyat, dan guru sebagai pejabat.

Guru bukan malaikat yang selalu baik, tapi bukan juga setan yang selalu salah, dan saya pribadi nggak suka kalau anggaran acara dipotong untuk—entah apa namanya—guru – apa lagi kalau guru-guru tidak mengambil andil (atau bahkan campur tangan negatif) dalam pengadaan acara – semata-mata dengan alasan bahwa mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Tulisan ini bukan tuduhan, tulisan ini nggak meminta solusi. Tulisan ini hanya sebuah ungkapan.

3 Komentar leave one →
  1. 21 September, 2008 10.42

    betulll.
    murid murid yang kaya akan uang lebih dimanjakan oleh guru belakangan ini.

  2. 21 September, 2008 12.51

    ya.. itulah indonesia semua duit semua buat di korupsi

  3. 22 September, 2008 21.25

    Mungkin ini bisa dibuat sebagai renungan, bagaimana nasib para Guru yg tinggal nun jauh di desa sana…yg kadang penghasilannya telat datangnya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: