Skip to content

Cerita Pendek Yang Terlalu Pendek

10 Oktober, 2008

Aku duduk di depan perapian. Sebuah benda yang aneh di negara tropis seperti Indonesia, tapi di kafe ini ada. Kursi yang aku duduki berwarna coklat tua, dengan bentuk yang sederhana dan simplistis. Di belakangku, jendela seluas dinding yang membentang terburamkan oleh hujan yang deras. Mungkin saking derasnya, jalanan di luar sana terbanjiri oleh ignoransi orang-orang.

Orang-orang yang ignoran, sama halnya dengan aku. Tapi ignoran terhadap apa, aku sendiri masih bertanya.

Pertanyaannya kenapa aku menghabiskan pi kali sekian radian putaran jarum jam hidupku dalam sebuah kafe yang berperapian, hanya untuk sekedar melamun sendiri dan berbicara dalam sunyi pada kehampaan dinding yang membalasku dengan gaung-gaung teriakan hening.

Tapi kafe ini tidak sepenuhnya hampa, dan itulah kenapa aku suka tempat seperti ini. Ada kursi, ada meja, ada perapian, ada lampu yang berusaha untuk menggantikan surya. Mereka adalah figuran dalam kebekuanku.

Aku figuran. Itulah aku, tapi bukan dalam kisahku, tapi dalam sebuah kisah. Kisah yang sudah pudar dimakan oleh amarah yang sudah habis terbakar. Kisah yang sekarang, sepersekian sekon ini ingin aku ambil, aku baca, aku putar kembali dengan dvd player dan tv plasma di kamarku, tapi tidak bisa.

Sudah tidak ada waktu untuk memutar kembalinya, karena waktu sudah hilang ketika memakan pemilik kisah itu. Ketika pemilik kisah itu musnah bersama waktu. Ketika kisah itu memusnahkan waktu, beserta semua catatan bahwa waktu itu pernah tercatat.

Kisah itu hilang bersama memori. Bersama memori dan semua memori tentang memori.

Dia suka perapian. Dia suka kopi.

(ps. ANEH BANGET HAHA)

11 Komentar leave one →
  1. 10 Oktober, 2008 21.44

    ehem langsung malu sama buatan sendiri.

    HUAA BAGUS CHIE! SERIUS.

    ternyata elo bisa nulis gini, ayo teruskan! supaya satria tak selamanya ngegaring haha.

  2. 10 Oktober, 2008 21.46

    ih tapi aneh ah. ah tapi aneh ih.

    anyway, thanks.

  3. 10 Oktober, 2008 21.58

    HEY SALTUM.

    BAGUS SIAH.
    AKU SUKA.
    haha bagus, misterius tp ga kelewat absurd.

    love it.

  4. 10 Oktober, 2008 22.02

    hey KICAL!

    you think so? hmm. haha. thanks!

  5. 11 Oktober, 2008 15.26

    Aneh..
    Biking ngelamun..

  6. 12 Oktober, 2008 0.32

    Ucha: emang bikin ngelamun… bikinnya juga sambil ngelamun…

  7. 16 Oktober, 2008 20.11

    hmm. keren keren
    hhe]

  8. 16 Oktober, 2008 20.20

    makasih olla😀

  9. 23 Januari, 2009 18.04

    Boleh juga nih story……..memang kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin,

  10. Yola permalink
    20 Mei, 2010 10.19

    lumayan, buat cari tugas

  11. Tya permalink
    17 Juni, 2011 22.20

    Good🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: