Skip to content

Nol Koma Lima

12 Oktober, 2008

Dinding ini terlalu abu. Volume suara ini terlalu kecil. Awan hari ini terlalu translusen.

Tidak ada yang mendekati nol dan tidak ada yang mendekati satu. Ganggu.

Seekor tawon terbang mengelilingi, pada jarak yang terlalu jauh untuk dekat, dan jarak yang terlalu dekat untuk jauh. Lebah bergantian dengan nyamuk yang sayapnya terlalu kecil untuk menciptakan suara yang mematikan semua suara lainnya, tapi terlalu besar untuk tidak menciptakan kehidupan pada kematian keheningan.

Hari ini ekuinoks dan matahari berada pada titik separuh antara tengah hari dan tengah malam – terlalu dingin untuk api dan terlalu panas untuk es. Angin sepoi-sepoi tidak jelas merusak ketentraman udara yang diam dan tidak juga mematahkan ranting-ranting pohon untuk menjadi bencana.

Bulu kuduk berdiri empat puluh lima derajat. Kelopak mata tertutup setengah. Gelas air terisi satu per dua.

Kereta yang melintas gagal merusak gendang telinga. Pesawat yang lepas landas gagal meretakkan tengkorang yang menutupi otak. Tapi keduanya sukses dalam mengusik abstansi suara.

Semua terjadi, tidak berhenti untuk terjadi, dan tidak terjadi untuk berhenti.

Aku bosan dengan nol koma lima.

16 Komentar leave one →
  1. 12 Oktober, 2008 15.11

    sastra yang bagus men! diksi alus, interpretasi abstrak.
    gud job lah!

    tapi, coba maneh bikin yang agak ngalur dan membingungkan biar tambah mikir dan rame. tapi, kalo ini sastra, brarti unlimited!

    hha.

  2. 12 Oktober, 2008 22.10

    haha emang euy, lagi mood abstrak. tapi daripada ga nulis, ya ngga?

    kebiasaan urang teh kalo beralur ujung-ujungnya klise… atau garing. gichie gitu loh.

    haha, makasih kang ridho.

  3. jalanpintasmenujuhidup permalink
    13 Oktober, 2008 8.56

    kayanya kita sama, sama-sama suka ngarang dan nyampah hahaha.🙂
    post yang ini keren ya, kenapa semuanya di dunia harus setengah2! HUH!

  4. 14 Oktober, 2008 12.27

    nice posting!😀

    Salam kenal,
    Ellen Su.😀

  5. 15 Oktober, 2008 23.34

    setengah.

    saya benci cerpen ini. soalnya bagus tp kok pendeknya nanggung! SETENGAH, sih. HAHAAHA NAONDEUI!

    great job!

  6. 19 Oktober, 2008 3.18

    bikin yang ngalur geura
    keabstrakannya oke, tapi jangan bikin pusing
    jadiin misterius aja

  7. 21 Oktober, 2008 22.51

    salam kenal😉
    cerpennya bagus g panjang2 banget, jadi g lama bacanya.
    alurnya abstrak tapi keren, hhhehe

  8. dblackwitch permalink
    28 Oktober, 2008 20.27

    kaya’ maneh, suka setengah-setengah…. UPS!

  9. 28 Oktober, 2008 22.05

    ETA PISAN VEN! haha

  10. 2 November, 2008 1.53

    aku suka nol koma tiga. rapido kan? nol koma lima suka ketebelan

  11. 10 November, 2008 23.11

    seperti saat aku pesen es teh manis sama mas-mas warung mie tapi dikasih es teh manis yang nggak manis…. (menulis komentar ini dengan mata tertutup setengah,ngantuk..)

  12. 14 Desember, 2008 15.25

    setengah tambah setengah sama dengan nol.

  13. 14 Desember, 2008 16.57

    nol tambah nol sama dengan setengah!

  14. 14 Desember, 2008 18.47

    nilai rapot matematik berapa nih ?
    hahahahaa

  15. 14 Desember, 2008 20.51

    NOOOOOL!

  16. 15 Desember, 2008 18.04

    koma lima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: