Skip to content

Api

2 Desember, 2008

Ada banyak orang yang berpikir besar. Yang bercita-cita dapat berbuat sesuatu, yang besar.

Mereka berencana untuk menyalakan ‘api’ orang-orang lain. Nggak cuman satu, tapi harus banyak. Banyak orang harus punya api. Api itu harus mereka sebarkan. Api itu harus mereka kobarkan! Api itu penting, api adalah segalanya.

Lalu lautan api itu mereka harap bisa menyebarkan api itu, hingga semua orang di negeri ini, di dunia ini, punya api itu.

Karena api adalah segalanya.

Karena api dapat memecahkan masalah, kata mereka.

Tapi lama kelamaan, yang gue rasain, orang-orang mulai terpesona akan api itu. Mereka mulai memuja api, mengagungkannya. Karena api adalah segalanya. Setiap orang harus punya api.

Dan mereka terus memujanya. Karena api adalah segalanya.

Karena api adalah segalanya.

Gue takut saat mereka cuma berhenti dan memuja api.

Gue takut mereka cuma bermimpi besar, berpikir besar, bercita-cita besar, dan diam di tempat, sikap hormat pada api.

Gue takut pada api. Gue mau alergi api. Karena api bukan segalanya.

Dan bumi makin kepanasan.

Gigi naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu Nakal.

Dan kalimat terakhir nggak penting.

2 Komentar leave one →
  1. 9 Desember, 2008 21.46

    GICIIII kmaren ulangtaun yaaa? yah malu nih gue kalo salah. if yess………. HAPPY BELATED BIRTHDAY YA BOOO swit sixteen man! yakan yakan? ucapan yang bagusnya ntar ya kapan kapan. mau kado apaaan nek?

  2. CAKRA WALUYA WIRAPATI SURAMANGGALA permalink
    24 Juli, 2013 10.32

    NIMBRUNG LAGI
    LAGI-LAGI NIMBRUNG

    ▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀▀
    SANG PERUBAH
    Mandalajati Niskala, 3 Februari 1996

    Ledakan jiwa yang sejuk merubah ladang panas ditumbuhi api yang membara.
    Dan para petani yang selalu berpanen darah dan air mata di malam hari.
    Tuan tanah dan wanita-wanita pelayan tani menyuburi ladang dengan siraman arak dan tawa.
    Sang perubah menyelinap dikegelapan malam.
    Bersimpuh luluh dalam hamparan sajadah cinta.

    Dia menghamba.
    Mengasyiki butiran tasbih dalam linangan air mata mujijat.
    Merunduk pandangan mata ketitik dalam.
    Hingga mata tenggelam di dalam gumpalan jiwa.
    Telinga menguntit gerakan mata.
    Lalu tenggelam jua di dalam gumpalan jiwa.

    Malam itu.
    Hiruk pikuk penggerap lahan tak mengganggu sang perubah dalam khusu.
    Karena telinga tersembunyi di dalam hati yang asyik masyuk menjalin kasih.
    Tuhan mencengkam sekujur tubuh.
    Sang perubah diam tak berdaya.
    Hanya kening yang bersandar pada jiwa yang mampu menatap rindu dengan mesra.
    Kekuatan Tuhan tak henti-henti mengalir.
    Membaja, dada memuat kegaiban.

    Disaat tuan tanah dan wanita pelayan berarak-arak.
    Pulang dalam kelelahan malam.
    Di depan surau tua di dekat persimpangan.
    Beradu pandang terjurus lama dalam jarak satu depa.
    Tajam tatapan Sang Perubah.
    Dengan bibir datar nafas pelan gigi tak ditekan.
    Lah menghilangkan segala gerak, mencopotkan otot-otot.
    Membekam.

    Gerombolan ladang panas berlalu membeku.
    Hilang dalam tatapan pajar.
    Kokok ayam mengundang generasi yang tercemar.
    Menuju rumah obat surau tua.
    Berdiri bershaf, menunaikan shalat fajar dalam alunan lunak bertuah.
    Sang Perubah dalam shalat dan kata
    Menyirami tabur benih dengan mesra.
    Menggemburkan tanah gersang dengan ruhama dan ikhlas.
    Impian datang.
    Ladang tumbuh rindang.
    Menjadi peneduh jiwa dalam gundah dan segala resah.

    Bandung,3 Februari 1996
    50 Puisi Filsafat Gelombang Baru
    █▀█▀█║█▀█║█▀█║█▀▄║█▀█║█║║█▀█║║█║█▀█║▀█▀║█
    █║█║█║█▄█║█║█║█║█║█▄█║█║║█▄█║║█║█▄█║║█║║█
    ▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀▀║▀║▀║▀▀║▀║▀║║▀║║▀
    █▀█║█║█▀▀║█║█║║█▀█║█║║█▀█
    █║█║█║▀▀█║█▀▀█║█▄█║█║║█▄█
    ▀║▀║▀║▀▀▀║▀║║▀║▀║▀║▀▀║▀║▀
    Sang Pembaharu Dunia Di Abad 21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: