Skip to content

ALSA 09, Part 2

26 April, 2009

The debates of ALSA actually start on the second day, which is a Friday. Because it is a Friday, the debates are held after the Friday prayers.

Maka kami berenam (gue, Ivan, Rany, Citra, Juan, Marini) bangun sekebo-kebonya. Nggak juga sih. Rata-rata ujung-ujungnya jam 5. Abis itu kita bahas motion, bahas konsep-konsep filosofis, essences of jail, essences of democracy, dan lain-lain. Pokoknya ngebahas banyak hal yang berbau abstrak. Matter juga dibahas sih, dikit, tapi paling seputar mosi-mosi ekonomi (beuh, diterjemahin).

Dan kita baru sarapan jam 10an gitu ya. Brunch kali ya, bukan sarapan. Laper aja pokoknya. Makan deh.

Cabut ke FHUI dianter supirnya omnya Juan. Sampai di FH, cuap-cuap cipika-cipiki sama dedengkot debaters lainnya. Dari Jogja lah, dari Aceh lah, dari CC, dari mana-mana. Sayangnya, nggak ada yang mau bayarin makan di Hanamasa. Sayang, sejuta sayang. Mungkin lain kali ada yang bersedia menraktir gue di sana. Ya, aku tidak boleh putus harapan. (HMMM)

Setelah Jumatan di mesjid (ya iya lah), matchup round 1 diumumin. SMAN 3 Bandung A lawan SMAN 4 Denpasar B, dan SMAN 3 Bandung B lawan Dwi Warna B. Funny, soalnya taun kemaren 3B juga ketemu sama DW di round 1.

Singkat kata, dua-duanya menang. Lawan Foursma split decision, sedangkan 3B dapet single adju.

Setelah debate high school, sebenernya ada debate varsities, tapi males juga nontonnya. Jadilah kita cabut ke PIM, mau nuker voucher Paperclip yang dapet dari NEO. Gila, binder maruman yang gue pake sekarang, dapet gratis dari NEO, kalo beli baru ternyata harganya seratus ribu. Kertasnya aja, 50 ribuan buat 100 lembar. Untung dapet voucher, jadi gue abisin deh buat beli kertas maruman yang mahal.

Tapi serius deh, it’s worth it. Warna kertasnya putih rusak (broken white), jadi nggak silau kalo kita pake nulis di bawah lampu atau matahari. Permukaan kertasnya juga lebih smooth gimanaaaa gitu, jadi jauh lebih enak buat nulis juga. Dan kalo lebih enak buat nulis, lebih enak buat bikin kasus. Seriously. Promosi deh gue.

Akhirnya kita keluar dari Paperclip, menenteng belanjaan seharga 240 ribu dengan membayar cuma 1500 rupiah. Neat.

Waktu mau keluar PIM, Juan ditelpon omnya. Jangan-jangan kita masuk tv. Atau jangan-jangan omnya Juan juga setuju kalo gue mirip Vidi Aldiano (bukan gue ya yang bilang!). Tapi ternyata bukan. Tapi ternyata sesuatu yang lebih asik! MAKAN-MAKAN GRATIS! Jadi ceritanya ada undangan gitu, omnya Juan diundang, Juan diajak. Dan karena Juan diajak, maka yang lain juga diajak.

Tapi ada masalah: nggak ada yang bawa baju formal. Sama sekali. Semuanya pake jeans, gue pake sneakers, dan Ivan pake sendal malahan. Gue bawa blazer sih, tapi blazer OSIS dengan lambang OSIS yang norak (dalam konteks kondangan).

Mungkin makanan itu harus kami bayar dengan rasa malu, tapi selama makanan itu enak, nggak pake bayar, halalan thoyyiban, dan siapa tau bisa juga ngeceng anak orang, kami pilih ikut ke undangan itu.

Datanglah kami ke gedungnya. Gedungnya gede, dan di parkirannya banyak (banget) Mercy dan Alphard.

Tengsin deh. Tapi yang penting makan.

Solat maghrib dulu, trus masuk lewat pintu samping, biar nggak malu-malu amat. Acaranya baru mulai, dan semua orang pake setelan jas atau batik, celana kain, dan pantofel. Ya iya lah. Bandingin dengan gue: jeans belel bau, polo shirt kusut, sneakers kuning kotor butut rusak, dan blazer OSIS yang berdebu dan kelebihan pewangi. Kontras, kan? Tapi ada satu hal yang sama di antara semua orang di ruangan itu, termasuk gue, sang saltum: hasrat menggebu-gebu untuk berburu makanan gratis.

Tapi gue harus menahan rasa lapar gue yang menggebu-gebu itu. Ada prosesi adat dulu, dan prosesi adat itu berbau tradisional (…). Gila, adat-adatan gitu deh. Pokoknya, adat banget! (…)

Kita berenam diajak ke backstage supaya terhindar dari silaunya baju-baju formal yang indah, supaya nggak keliatan kayak gembel atau pencuri yang diem-diem masuk. Heck, bahkan supir orang-orang terlihat lebih keren. Bete deh. Untungnya, di backstage ada makanan juga, buat famili terdekat, walau nggak banyak. Tapi itu juga gue nggak ambil banyak-banyak, soalnya masih banyak menu di luar yang siap untuk gue lahap.

Dan prosesi adat pun selesai. Tamu-tamu yang nggak kayak gembel salam-salaman dulu, karena mereka kenal dengan pengantin, tapi karena gue dan yang lain nggak, jadi kita nggak usah salaman. Awalnya, Marini, Citra, sama Ivan, bahkan Juan yang mengundang kami gembel-gembel nista ini, masih malu-malu. Ya udah, akhirnya gue ama Rany doang deh yang menjelajah ruangan, satu menu demi satu menu.

Pas awal-awal, kita juga masih malu. Ambil satu, kabur lagi ke backstage, dengan lagak famili sok dekat yang sok-sok alergi keramaian. Tapi karena stand yang deket pintu menuju backstage cuma satu, akhirnya kita berkeliaran deh. Mulai dari sesuatu yang berbentuk kebab, schizublabla chicken, waffles with ice cream, tekwan, kita lahap. Sebenernya lebih banyak lagi sih, yang kita ambil, tapi gue lupa apa aja. Gue dan Rany makannya dengan sopan, jumawa, tapi berusaha tidak menarik perhatian dengan makan di pinggir-pinggir, deket tiang-tiang atau dinding. Apalagi gue, bisa-bisa orang teriak-teriak histeris minta tanda tangan Vidi Aldiano (sekali lagi, bukan gue yang bilang gue mirip ya!). Bisa berabe kan?

Menu terakhir yang kita makan itu dim sum, dan dim sumnya enak banget! Gila, rasanya kayak dim sum gitu! Enak banget kan? (hmm) Abis itu, gue makan buah sebagai mouthwasher (pencuci mulut).

Dengan perut yang bulat, puas dengan macam-macam hidangan, kita pun retreat ke basecamp.

Sekitar jam 8, kita pulang. Jalanan di daerah Pasar Minggu rada macet, tapi nggak kerasa, soalnya pada tidur.

Krrrrr. (ceritanya ngorok)

6 Komentar leave one →
  1. 18 Agustus, 2010 22.35

    WAduhh kok bisa gak bawa baju formal gitu^^’

  2. 4 Februari, 2011 20.59

    Cerita yang aneh,, he,,^^’

  3. 21 Februari, 2011 13.09

    ada nga yah kelinci warna pink

  4. 2 Mei, 2011 20.36

    Gak masuk akal. wkwk

  5. 21 Juli, 2012 14.43

    apapun itu tetap hidupkan mimpimu, kreativitas tak boleh mati🙂
    nice blog, great articles, keep sharing🙂

  6. 23 Juni, 2014 14.05

    Situs berita uunik dan informatif update setap hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: